Sunday, October 19, 2014

Artikel Ekonomi

Pengusaha Harap Ekonomi Kian Cemerlang di Era Jokowi


  •  Ekonomi

Sofjan Wanandi
(Liputan6.com)
Liputan6.com, Jakarta - Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) telah resmi dilantik pada hari ini di Gedung MPR DPR.


Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi menyakini dengan dilantiknya Jokowi-JK diharapkan kinerja pemerintah ke depan akan lebih baik dibandingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tentu berharap bisa bekerja lebih baik dibanding pemerintah sebelumnya, akhinya kita berharap pemerintah menjalankan apa yang sudah dijanjikan selama masa kampanye," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Dia menilai selama 10 tahun berkuasa kinerja pemerintah SBY tidak cemerlang, bahkan semakin lama malah semakin menurun. Hal ini lantaran banyak janji-janji khususnya di sektor ekonomi yang tidak terlaksana dan terkesan lebih banyak sisi pencitraan.

"Memang waktu tahun awal pemerintahannya kita tumbuh tinggi sekali. Lima tahun pertama rata-rata 6,5 persen. Tetapi pada lima tahun kedua menurun jadi 5,1 persen dan lebih banyak pada pencitraan," lanjutnya.

Meski demikian, melihat antusiasme pasar dan adanya perbaikan ekonomi global diharapkan akan mendorong pertumbuhan lebih baik lagi selama lima tahun ke depan.

"Jadi PR-nya bagaimana kita tumbuh di atas 7 persen, mengurangi high cost ekonomi, pembangunan infrastruktur. Saya rasa pada tahun pertama saja kita bisa tumbuh 6 persen sudah bagus. Kalau 7 persen mungkin rata-rata selama lima tahun pemerintahan," tandasnya. (Dny/Ndw)
(Sumber : Liputan6.com)

Dana Subsidi BBM Buat Bangun Jalan, RI Bisa Kalahkan Malaysia

  •  Ekonomi

Proyek Jalan Tol
(Foto: Antara)
Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha mendesak pemerintah segera mengurangi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM), dan kemudian dialihkan untuk membangun jalan umum maupun jalan tol. Dengan pertumbuhan jalan yang signifikan, Indonesia bakal menyalip panjang jalan di Malaysia. 

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto mengungkapkan, pihaknya membangun ruas jalan bebas hambatan Kertosono-Mojokerto Jawa Timur sepanjang 40 kilometer (Km) dengan investasi Rp 3,6 triliun. 

"Panjang jalan tol di seluruh Indonesia 900 km. Kalau anggaran subsidi BBM Rp 250 triliun untuk bikin jalan 70 kali 40 km, maka (panjang jalan tol) Malaysia lewat," ucap dia di Jakarta, seperti ditulis Minggu (19/10/2014). 

Saat ini, panjang jalan tol di Malaysia mencapai sekira 3.000 km. Negeri Jiran ini diperkirakan mampu menambah panjang jalan sampai 700 km per tahun, sedangkan Indonesia hanya sanggup sekira 74 km. 

"Makanya kami selaku perusahaan otomotif sangat mendukung anggaran subsidi BBM dikurangi. Bahkan kami sudah lama mengimbau kepada seluruh karyawan Astra untuk menggunakan BBM non subsidi," ujarnya. 

Dalam dua tahun ke depan, Prijono mengaku, Indonesia akan dihadapkan pada situasi ekonomi kurang menguntungkan.
Namun dirinya optimistis mampu mengejar target pertumbuhan pendapatan. "Dalam 10 tahun terakhir ini dengan stabilitas ekonomi yang fluktuasi, pendapatan grup kami bisa tumbuh 17 persen," paparnya.

Dia mengaku, Astra International tak ingin berhenti menanamkan investasi meski kondisi perekonomian negara ini ditengarai bakal lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tercermin dari peningkatan belanja modal Astra setiap tahun. 

"Sebagai pengusaha, kami tidak akan berhenti investasi karena melihat potensi yang ada. Tahun 1998 saat krisis di mana kami hampir bangkrut dengan catatan tujuh kali utang dari equity saja bisa dilewati, apalagi dua tahun ke depan. Pasti dapat kami lewati dengan baik," harap Prijono. (Fik/Ahm)
Credit: Agustina Melani
(Sumber : Liputan6.com)

No comments:

Post a Comment